Rabu, 09 Oktober 2013

Guru dan Kurikulum 2013

Ada empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013. Apa saja?  
Pertama, kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar (baca: kompetensi pedagogi/akademik).  Didalamnya terkait dengan metodologi pembelajaran, yang nilainya pada pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) baru mencapai rata-ratanya 44,46.
Kedua, kompetensi akademik (keilmuan), ini juga penting, karena guru sesungguhnya memiliki tugas untuk bisa mencerdaskan peserta didik dengan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, jika guru hanya menguasai metode penyampaiannya tanpa kemampuan akademik yang menjadi tugas utamanya, maka peserta didik tidak akan mendapatkan ilmu pengetahuan apa-apa.
Ketiga, kompetensi sosial. Guru harus juga bisa dipastikan memiliki kompetensi sosial, karena ia tidak hanya dituntut cerdas dan bisa menyampaikan materi keilmuannya dengan baik, tapi juga dituntut untuk secara sosial memiliki komptensi yang memadai. Apa jadinya seorang guru yang asosial, baik terhadap teman sejawat, peserta didik maupun lingkungannya.
Keempat, kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Pada diri gurulah sesungguhnya terdapat teladan, yang diharapkan dapat dicontoh oleh peserta didiknya.
Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan.
Kesiapan guru lebih penting dari pada pengembangan kurikulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.
Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif.
Disinilah guru berperan besar didalam mengimplementasikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cerdas tapi juga adaptip terhadap perubahan.

Hanya Butuh Tersenyum

Tersenyumlah jikalau dirimu di uji
Tersenyumlah jikalau dirimu dilukai
Tersenyumlah jikalau dirimu dilupai
Tersenyumlah jikalau dirimu disakiti

Tersenyumlah jikalau dirimu ditindasi
Tersenyumlah jikalau dirimu dibebani
Tersenyumlah jikalau dirimu dikhianati

Hanya sabar dan syukur mencipta senyuman Ya Allah,
Berilah aku kekuatan menghadapinya jadikanlah senyumanku menjadi penawar dukaku

Aaminn ya rabbal alamin

Maka, nikmat Tuhan mana yang kau dustakan



Saat kau rasa hidup mu serba kurang, kau rasa begitu banyak masalah menimpamu…
Saat kau rasa begitu kecil dirimu di hadapan semua orang, betapa kau tak bisa berbuat sesuatu yang kau rasa mampu melakukannya
Saat semua menjauh darimu…
Impianmu…
Harapanmu…
Bahkan kawanmu sudah jarang menyapamu…
Kau pasti merasa sendiri hidup di sini, di dunia fana ini…
Hei, sadarlah wahai diri…
Sadarlah ketika kau keluar dari rumahmu sekadar untuk jalan menghirup udara segar yg tercampur polusi asap kendaraan, yg penuh kemacetan, disana kau pasti melihat orang yang menengadahkan tangannya meminta belas kasihanmu.. ibu yang masuk dari kendaraan umum satu ke kendaraan yg lainnya, bernyanyi diiringi tangis anaknya berharap orang disekitarnya menaruh kepingan logam kedalam bungkus permen yang sudah tak berisi sekadar untuk membeli susu dan sesuap nasi. Disana pun kau pasti melihat betapa banyak anak anak yg seharusnya berbaris rapi di luar kelas memakai baju putih merah, berdasi, membawa tas gendong berwarna-warni, mengucap salam dan menyapa “SELAMAT PAGI BU GURU SELAMAT PAGI PAK GURU” tp kenyataannya mereka berbaris di jalan-jalan, bermodal tutup botol yg dilubangi dengan kayu mereka pasang erat,hingga menyerupai alat musik seadanya, mereka berlarian dari satu pintu mobil ke pintu mobil yg satunya, mengeluarkan nada-nada tak beraturan sebisanya, mereka tak berharap banyak, lagi lagi hanya untuk menyambung kehidupannya dengan sesuap nasi,  itulah yang kau jumpai
Tapi mereka dengan keadaan seburuk apapun masih bisa bersyukur.
Masih mengucap terimakasih ketika ada satu,dua org yg menaruh kepingan ratusan logam ke dalam kantong plastiknya.
Bahkan satu waktu terlihat sopir metro mini berwajah cerah, tersenyum penuh arti menyambut pagi nya, ada gurat lelah di sana tapi tak menutup ceria nya pagi itu, mungkin yg ada dalam benaknya, ini adalah awal pagi memulai kerjanya, bekerja selama seharian penuh berharap hasil yang didapat memungkinkan untuk diberikan pada istrinya yang menunggu asap dapur mengepul dirumah, berharap anak-anak berlarian kecil menyambutnya dengan binar dan tawa karena ayah nya pasti akan membawa sesuatu pulang ke rumah, ahh indahnya pikirnya.
Padahal sungguh, pasti keadaanmu jauh lebih baik dibanding keadaan mereka..
Kau masih bisa menikmati belai lembut ibumu,kecup sayang ayahmu, jg menikmati pertumbuhanmu dengan susu terbaik dan asupan makanan bergizi dari ibumu, saat mereka menangis di gendongan ibunya yang menengadah dari satu kendaraan umum ke kendaraan umum yg lainnnya berharap dapat memenuhi kebutuhan anaknya.
Kau masih bisa merengek pada ibumu minta dibelikan boneka cantik atau mobil-mobilan ber remote yg bisa berjalan dari jarak jauh, saat itu umurmu sama dengan mereka yg hidupnya mengais uang logam di jalan.
Kau masih bisa memilah milah ingin sekolah di perguruan tinggi mana yang kau rasa cocok untuk melanjutkan studimu, saat mereka yg hidup di jalan hanya bisa memetik gitar tua turun temurun dari keluarganya.
Maka seharusnya kau sangat bersyukur padaNya, pada nikmat yg telah Ia berikan padamu.
Maka seharusnya kau berbangga hati mempunyai orangtua setulus dan seikhlas orgtuamu.
setiap org di dunia ini pasti mempunyai masalahnya masing-masing, ujian pun tak luput dari kehidupan, hanya saja masalah dan ujian yg di timpakannya berbeda porsi satu dengan yg lainnya…
jika kau bisa senantiasa mensyukuri nikmatnya, sepahit apapun yg kau rasa akan terasa manis, kau akan merasa nikmat itu sangat besar di karuniakan padamu.
maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kau dustakan??!!

Belajar Bersama di Perpustakaan



Dalam kurikulum tahun 2006 yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menyiratkan perlunya peningkatan peran perpustakaan sekolah sebagai penunjang kegiatan belajar siswa dan guru. Kurikulum tingkat satuan pendidikan menutut guru untuk lebih aktif dalam mengembangkan pembelajaran khususnya dalam mengembangkan indikator pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Untuk itu pada setiap satuan unit sekolah perlu didukung adanya perpustakaan yang mampu berfungsi dengan baik. Secara sederhana pengertian perpustakaan adalah salah satu bentuk organisasi sumber belajar yang menghimpun berbagai informasi dalam bentuk buku dan bukan buku yang dapat dimanfaatkan oleh pemakai (guru, siswa, dan masyarakat) dalam upaya mengembangkan kemampuan dan kecakapannya. Menurut Wiryokusumo (dalam Darmono, 2004) dengan memanfaatkan perpustakaan dapat diperoleh data atau informasi untuk memecahkan berbagai masalah, sumber untuk menentukan kebijakan tertentu, serta berbagai hal yang sangat penting untuk keperluan belajar.
Jika ditilik dari pengertian tersebut, hakikat perpustakaan adalah pusat sumber belajar dan sumber informasi bagi pemakainya. Perpustakaan dapat pula diartikan sebagai tempat kumpulan buku-buku atau tempat buku dihimpun dan diorganisasikan sebagai media belajar siswa. Wafford (dalam Darmono, 2004) menterjemahkan perpustakaan sebagai salah satu organisasi sumber belajar yang menyimpan, mengelola, dan memberikan layanan bahan pustaka baik buku maupun non buku kepada masyarakat tertentu maupun masyarakat umum. Lebih luas lagi pengertian perpustakaan adalah salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan.
Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar di sekolah, perpustakaan sekolah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran.Melalui penyediaan perpustakaan, siswa dapat berinteraksi dan terlibat langsung baik secara fisik maupun mental dalam proses belajar. Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan, dimana bersama-sama dengan komponen pendidikan lainnya turut menentukan keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran.
Melalui perpustakaan siswa dapat mendidik dirinya secara berkesinambungan. Secara umum perpustakaan sekolah sangat diperlukan keberadaanya dengan pertimbangan bahwa:
a. perpustakaan merupakan sumber belajar,
b. merupakan salah satu komponen sistem instruksional,
c. sumber untuk menunjang kualitas pendidikan dan pengajaran,
d.sebagai laboratorium belajar yang memungkinkan siswa dapat mempertajam dan memperluas kemampuan untuk membaca, menulis, berpikir dan berkomunikasi.
Jika dikaitkan dengan pengertian sumber belajar, maka perpustakaan merupakan salah satu dari berbagai macam sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekolah.

Rabu, 25 September 2013

Merubah Yang Biasa Menjadi Luar Biasa




Dikecewakan itu BIASA, tapi membalasnya dengan kasih sayang itulah yang LUAR BIASA...
Memaafkan kesalahan itu BIASA, tapi berbuat baik pada yang bersalah itulah yang LUAR BIASA...
Memberi itu BIASA, tapi memberikan sesuatu yang masih kita sayangi serta kita butuhkan itulah yang LUAR BIASA...
Bersyukur itu BIASA, tapi bersyukur saat kita didera musibah itulah yang LUAR BIASA...
“Mari kita bentuk pribadi ini serta mengarahkannya pada sesuatu yang LUAR BIASA.”

Minggu, 22 Januari 2012

Perubahan itu perlu

Sepenting apakah perubahan itu? perubahan tidak lagi dicoba akan tetapi dilaksanakan secara bartahap (step by step) untuk menuju kesempurnaan karena dengan perubahan akan menciptakan nuansa yang baru, dinamis dan interaktif. Dikatakan baru mempunyai arti suasana yang tidak monoton, dikatakan dinamis merupakan kondisi yang harmonis atau kebersamaan dalam melaksanakan perubahan dan dikatakan interakrif adalah sanggup menerima kritik dan saran sebagai masukan untuk menjadi lebih maju, sempurna dan berkembang.

Mari kita terapkan TIK sebagai sarana perubahan KBM modern. Mulai dari pembuatan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, analisis penilaian, program tahunan, program semester, alokasi waktu, absensi guru, absensi karyawan dan juga absensi siswa, kegiatan siswa bahkan hingga kegiatan tata usaha, yang semuanya akan dapat dilakukan dengan sistem komputerisasi, dengan demikian profesional dan efisien waktu dapat terwujud.

Jangan takut dengan perubahan dan jangan menyerah sebelum mencoba, kita wujudkan konsep PAKEM sebagai landasan KBM di sekolah.

Kiat dan Trik Belajar

BELAJAR EFEKTIF
1. Pengertian Belajar Efektif
Belajar yang efektif adalah cara belajar yang dapat meraih tujuan yang ingin dicapai dari belajar itu sendiri. Pada pembelajran yang efektif, seorang guru mampu membimbing para siswanya mencapai kemampuan yang sesuai dengan kompetensi dasar dari materi yan diajarkan.
Misalnya : seorang siswa belajar matematika dengan judul pokok bahasan operasi perkalian, jika siswa tersebut dapat melakukan operasi perkalian dn mampu menjawb soal gurunya dengan baik maka cara belajar siswa tersebut dikatakan efektif.
Berdasarkan penelitian yang dilakuakan oleh Ross L. Mooney dan Mary Alice P, terdapat 37% jumlah mahasiswa pada sebuah perguruan tinggi di Amerika Serikat yang tidak tahu bagaimana cara belajar yang efektif (Don’t know how to study efectively). Bagaimana dengan cara belajar anda ?
2. Persiapan Belajar Efektif
Agar belajar menjadi efektif ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan yaitu :
a. Tumbuhkan motivasi untuk belajar
Motivasi belajar adalah kehendak yang mendorong seseorang melakukan keiatan belajar untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajar anda, dapat dipadu dengan pertanyaan berikut : mengapa saya harus belajar, untuk apa saya belajar ?
Motivasi belajar seseorang dapat tumbuh karena pengaruh orang lain dan lingkungannya (motivasi ekstrinsik) atau memang karena kesadaran sendiri (motivasi intrinsik). Seorang siswa mau belajar karena ia mungkin termotivasi oleh hadiah, nilai, rangking, pujian (penghargaan), karena mau mencari ilmu atau mencapai cita-cita atau bahkan seorang siswa belajar karena termotivsi untuk beribadah terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Jika seorang siswa sudah memiliki motivasi maka ia akan mudah melakukan kegiatan belajar. Tinggi rendahnya kemauan seorang siswa untuk belajar bergantung kepada jenis motivatornya. Seorang siswa yang termotivasi karena nilai, umumnya ia akan belajar jika akan ada penilaian seperti kalau ada ulangan harian atau bila ada tugas dari gurunya selebihnya biasanya ia tidak mau belajar. Berbeda dengan seorang siswa yang termotivasi karena hendak mencari ilmu, maka ia akan senantiasa belajar walau tidak ada tugas atau ulangan sekalipun.
b. Buat jadwal belajar yang rutin dan teratur
Setelah seorang siswa memiliki motivasi, buatlah jadwal yang jelas dan teratur terutama jadwal belajar di luar sekolah. Misalnya setiap hari ada 3 kali waktu untuk belajar, siang hari (pukul 14.00 s/d 16.00), malam hari (pukul 19.00 s/d 21.00) dan dini hari (pukul 03.30 s/d 05.00). Langkah berikutnya adalah menetapkan jadwal pelajaran.
Dalam menetapkan jadwal pelajaran, ada 2 hal yang harus dipertimbangkan yaitu :
• Sesuaikan jenis pelajaran yang akan dipelajari dengan waktu belajar yang sudah ditetapkan. Misalnya : waktu siang untuk mengulang, malam untuk pelajaran eksak seperti Matematika atau IPA dan dini hari untuk pelajaran hapalan. Namun pada pelaksanaannya masalah waktu belajar seorang siswa dapat disesuaikan dengan kecocokan siswa yang bersangkutan dan jenis pelajaran pun dapat diatur sesuai dengan kepentingan.
• Porsi belajar di sekolah dengan di rumah harus seimbang, artinya jika pelajaran matematika di sekolah 3 x seminggu, maka di rumah pun porsi belajar matematika 3 x seminggu. Jadi bukan karena faktor suka maka porsi belajar di rumah banyak tetapi jika tidak suka maka porsinya sedikit.
Jika jadwal belajar sudah dibuat, maka hendaklah dipatuhi dan dilaksanakan. Belajar sedikit-sedikit tapi rutin (sering) masih lebih efektif daripada belajar banyak tetapi tidak rutin (jarang).
Lakukan prinsip : 6 x @ 2 jam seminggu = 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam
+ 2 jam + 2 jam
Hindarkan prinsip : 2 x @ 6 jam seminggu = 6 jam + 6 jam
• Siapkan fasilitas belajar, seperti : tempat belajar, alat tulis, buku catatan, buku latihan, buku pelajaran, dan alat bantu
• Jaga stamina baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) agar tetap dalam kondisi prima, melalui makan minum yang cukup dan teratur, olah raga yang teratur, istirahat yang cukup dan berdoa.
3. Kiat Belajar Matematika Yang Efektif
a. Belajar Matematika di sekolah
Belajar matematika di sekolah mengikuti kaidah SMART, yaitu :
1. Siapkan pelajaran dengan baik, seperti : membawa perlengkapan belajar dan PR (bila ada).
2. Menyimak uraian yang disampaikan oleh guru dengan baik dan penuh konsentrasi
3. Aktif bertanya jika ada uraian guru yang kurang jelas
4. Rajin sekolah dan rajin mengerjakan tugas atau latihan yang diberikan
5. Tuliskan kembali apa yang diterangkan oleh guru dengan membuat rangkuman materi dan rumus.
b. Belajar Matematika di Rumah
1. Catat teori, konsep, dan rumus matematika sebagai rangkuman materi. Mencatat rumus matematika dapat pada buku saku atau pada kertas yang kemudian ditempel pada tempat yang strategis sehingga mudah untuk dibaca kapan saja.
2. Efisien dalam mengelola waktu, dan efektif setiap kali belajar (Tercapai target jangka pendek).
3. Rajin mengerjakan soal latihan dalam jumlah banyak termasuk PR.
4. Disiplin belajar, teratur dan konsisten.
5. Aktif bertanya kepada teman pandai atau guru mengenahi soal latihan yang sulit.
6. Serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang menggenggam segala urusan melalui do’a dan bertawakal
4. Mengembangkan Sikap Positif Terhadap Belajar
a. Nyakin dapat berhasil dalam kegiatan belajar
b. Belajar menemukan (membuktikan) atau mencari sesuatu yang ditugaskan.
c. Siap menanggung resiko (tidak putus asa) bila belajar tidak berhasil.
d. Walau tidak berhasil tetapi tetap tekun, karena ketekunan merupakan awal keberhasilah.
B. KIAT MENGATASI KESULITAN BELAJAR
Beberapa indikasi seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar, di antaranya
1. Nilai mata pelajarannya dibawah nilai sedang
2. Nilai mata pelajarannya dibawah rata-rata kelas (relatif)
3. Prestasi yang dicapai belum maksimal dibandingkan dengan kemampuan intelegensinya.
4. Perasaan siswa yang bersangkutan seperti sulit menangkap pelajaran, tidak bisa konsentrasi, dan lain sebagainya.
Beberapa Langkah cara mengatasi kesulitan belajar, di antaranya :
1. Melakukan diagnosa berdasarkan indikasi kesulitan belajar di atas
2. Pahami jenis kesulitan belajar dan sumbernya.
3. Tentukan jenis belajar yang tepat
4. Tetapkan kepada siapa ia harus berkonsultasi; guru, konselor, psiskolog atau psikiater.
5. Melakukan evaluasi, apakah kesulitan belajarnya sudah teratasi atau belum.
6. Jika kesulitan belajar sudah dapat diatsi, lakukan perbaikan untuk meningkatkan prestasi belajar sesui potensi yang dimilikinya.
C. TRIK BELAJAR EFEKTIF
1. Belajar Untuk Persiapan Ulangan
Dalam menghadapi ulangan harian atau ulangan umum, sebagian siswa biasanya berhadapan dengan kendala utama yaitu terbatasnya waktu persiapan menjelang hari pelaksanaan. Ini terjadi karena umumnya siswa sering menunda-nunda belajar, mereka belajar hanya karena mau ada ulangan saja. Tetapi ini juga dapat saja terjadi pada siswa yang rutin belajar disebabkan karena merasa kuarang yakin dengan persiapan yang selama ini mereka lakukan.
Agar persiapan menghadapi ulangan lebih efektif, sebaiknya lakukan hal berikut :
a. Pilihlah pelajaran yang lebih urgent/mendesak untuk dipelajari dengan dasar pertimbangan sebagai berikut :
• Pelajaran tersebut belum dikuasai oleh siswa
• Pelajaran tersebut masuk dalam daftar pelajaran ujian akhir
• Pelajaran tersebut menjadi prasyarat pemilihan jurusan (di SMU)
• Pelajaran tersebut memiliki porsi belajar banyak (di Perguruan Tinggi)
b. Pilihlah hanya pokok bahasan atau sub pokok bahasan dari pelajaran tersebut yang belum dikuasai dengan baik. Jadi, tidak perlu seluruh pokok bahasan dari pelajaran tersebut harus dipelajari.
c. Buatlah ringkasan materi dari pokok bahasan yang dipelajari, sehingga jika waktu persiapan masih ada maka siswa cukup belajar dari ringkasan materi tersebut. Itu akan lebih praktis dan efisien.
d. Hal yang tidak boleh diabaikan oleh seorang siswa adalah persiapan mental. Banyak siswa yang telah siap otaknya dengan materi, tetapi harus menemui kegagalan pada saat ulangan. Hal itu disebabkan mental yang belum siap seperti siswa mudah guup, kurang teliti, atau tergesa-gesa dalam menjawab soal sehingga siswa lupa dengan materi yang sudah dipelajarinya. Sikap mental yang perlu diusahakani siswa sekurang-kurangnya ada 4, meliputi : tujuan ia belajar, minat terhadap pelajaran, percaya diri, dan ketekunan.
2. Pada saat ulangan dan ujian
Lakukan langkah menjawab soal ulangan atau ujian, dengan trik-trik sebagai berikut :
a. Periksa seluruh lembar soal, jika ada yang tidak lengkap segera hubungi pengawas.
b. Perhatikan seluruh petunjuk pengerjaan meliputi : pengisian data diri peserta, bentuk soal, serta jawaban yang diminta termasuk sistem penilaiannya. Sistem penilaian biasanya dibedakan antara penilaian untuk bentuk soal pilihan ganda dengan soal esay atau antara penilian soal ulangan dengan soal kompetensi.
c. Bandingkan jumlah soal yang tersedia dengan alokasi waktu yang diberikan. Misalnya naskah terdiri dari 40 soal dikerjakan selama 2 jam (120 menit) maka itu artinya 1 soal dikerjakan rata-rata 3 menit(120:40). Dengan demikian seorang siswa mengerjakan 1 soal paling lama 3 menit, jika dalam waktu 3 menit belum dapat menyelesaikannya maka dianjurkan untuk pindah ke soal lain.
d. Utamakan mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu, Jadi boleh saja seorang siswa mencari soal yang mudah sebanyak-banyaknya secara acak dan tidak perlu urut, setelah itu baru ke soal sedang sampai soal yang sukar’
e. Jika seorang siswa ragu-ragu dengan jawabannya maka hendaklah siswa menandai option jawaban yang mendekati benar pada lembar jawabannya dengan tanda “titik” sebagai jawaban sementara sehingga jika waktunya sudah mepet maka jawaban sementara tersebut dapat menjadi pilihan terakhir.
f. Pada bentuk soal pilihan ganda, siswa boleh menjawab soal dengan cara smart (singkat dan tepat). Tetapi untuk soal esay sebaiknya siswa mengerjakan secara rinci dan jelas.
g. Jika seorang siswa sudah menjawab seluruh soal sementara waktu masih ada maka siswa dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengecek seluruh pilihan jawaban, khususnya jawaban yang meragukan dan juga mengecek data diri peserta. Berdasarkan pengalaman, sering ada siswa yang langsung seluruh soal sementara ia lupa dengan data dirinya. Akibatnya sangat fatal, walaupun mungkin lembar jawabnya memperoleh nilai bagus tetapi nilai itu tidak bertuan. Jadi jangan korbankan nilai hanya gara-gara tidak lengkap data diri peserta.
h. Pada saat mengerjakan soal, seorang siswa tidak perlu terpengaruh oleh peserta lain atau memikirkan peserta lain. Jika itu terjadi dan diketahui pengawas ruangan maka hal demikian dapat merugikan siswa itu sendiri. Lebih baik kerjakan seluruh soal dengan percaya diri dan manfaatkan waktu sebaik mungkin sampai selesai waktu ulangan.

Jumat, 04 November 2011

INSPIRASI

YANG FANA ADALAH WAKTU
Oleh :
Sapardi Djoko Damono

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?"
tanyamu.
Kita abadi.

Minggu, 22 Mei 2011

GURU: MASIH DIGUGU LAN DITIRU

Guru, sebagaimana sosok makhluk sosial lainnya, adalah manusia biasa. Ia, seperti halnya jutaan manusia lainnya, hidup dan dihidupi oleh persoalan, besar dan dibesarkan oleh problematika hidup serta menjalani ritme kehidupan sebagaimana manusia normal lainnya. Tetapi, guru juga bukan manusia biasa-biasa saja. Buktinya, ia juga bisa menggemparkan jagad Indonesia manakala menjadi headline surat kabar ketika beberapa sosoknya melakukan perbuatan-perbuatan yang “tidak biasa” seperti memberi hukuman fisik yang kelewat batas, pelecehan seksual, dan sebagainya.
Digugu lan ditiru, itulah label yang dilekatkan padanya. Sosok yang digambarkan selalu mengajarkan norma dan nilai kebaikan serta menjadi penjaga gawang dalam pendidikan murid-muridnya. Juga wakil dari orang tua di sekolah. Kepadanyalah dititipkan harapan, diamanatkan segudang impian, dan tentu saja, disematkan gelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Maka, manakala ia melakukan hal-hal di luar kewajaran dan kemudian publik bereaksi (seakan) berlebihan, menurut penulis, hal tersebut sangatlah wajar.
Memang, mesti diakui, ada hal-hal yang belum tercipta sesuai harapan. Ada kondisi-kondisi ideal yang belum terwujud sesuai impian. Tetapi, juga mesti diakui, perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik telah dan masih terus diupayakan, khususnya oleh pemerintah (dan pemerintah daerah) yang paling berkepentingan terhadap kualitas guru sebagai bagian integral dari kualitas pendidikan secara umum.
Maka, marilah coba kita tempatkan persoalan tersebut secara proporsional. Beberapa kasus kenakalan guru yang terekspos media massa adalah insidental, yang tidak serta merta bisa digeneralisasi bahwa semua guru juga berperilaku dan melakukan hal yang sama. Bukankah media massa juga kerapkali mengekspos tentang pencapaian prestasi akademik guru, baik kolektif maupun individu, yang berhasil mengantarkan anak didiknya mencapai prestasi cemerlang di tingkat nasional, bahkan internasional?
Signal inilah yang mesti ditangkap bukan hanya sebagai sebuah peringatan, tetapi juga pelajaran yang sangat berharga.
Dengan segala kekurangannya, harus tetap disadari bahwa guru adalah public figure dimana segala tingkah laku dan tindak-tanduknya akan senantiasa menjadi sorotan masyarakat. Maka, reaksi dan respon masyarakat akan sangat berbeda manakala media massa menampilkan berita tentang karyawan, pegawai, atau jenis profesi lainnya yang tertangkap basah di hotel dengan pasangan bukan suami/istrinya, dan pada saat yang bersamaan juga mendapati guru di lokasi yang sama dengan kondisi serupa.
Dan bersiaplah mendengar atau membaca komentar pedas dan sangat reaktif dari masyarakat manakala guru yang diharapkan menjadi orang tua sekaligus sahabat murid di sekolah kemudian menjelma menjadi sosok-sosok angker nan mengerikan yang menebarkan teror dan ketakutan dengan hukuman-hukuman fisik di luar batas kewajaran, atau bahkan menampilkan perilaku amoral dan asusila.
Sebagai manusia biasa, guru pun memiliki peluang yang sama untuk melakukan kesalahan dan kekeliruan. Tetapi, memanusiakan guru dan memanusiawikan kesalahan-kesalahan yang guru lakukan tersebut pada dasarnya semakin memperjelas posisi guru sebagai mahluk sosial yang membutuhkan pemenuhan kebutuhan hidup normatif dan bukannya menyetujui, apalagi membenarkan dan mengamini tindakan-tindakan keliru tersebut.
Karena, pada profesi mulia itulah melekat label digugu lan ditiru, dan bukan wagu lan saru. Dan yang paling penting, pertanggungjawaban tertinggi bukanlah kepada atasan, bukan juga kepada komite sekolah, atau bahkan kepada media massa. Tetapi, kepada Sang Maha Guru: Allah SWT.

Moral Reasoning

Apa itu reasoning? Apa pula moral reasoning? Secara sederhana reasoning bisa diartikan sebagai ‘mencari pemecahan atas sebuah masalah dengan menggunakan logika sehat’. Sehingga moral reasoning bisa diartikan sebagai upaya kita memecahkan masalah moral dengan menggunakan logika sehat. Dalam berlogika secara sehat seseorang harus mampu memahami dengan baik masalah yang sedang dihadapinya sebelum memutuskan pemecahan masalah seperti apa yang akan diambilnya. Setelah masalah teridentifikasi dengan jelas, orang tersebut harus ber-reasoning:yaitu membuat pertimbangan-pertimbangan (pertimbangan hukum, agama, dampak, lingkungan dll) dengan cermat. Secara teori, semakin banyak pertimbangan, semakin baik keputusan yang diambil.
Dalam kajian tentang ilmu moral yang dilakukan selama beratus-ratus tahun oleh filsuf dari Yunani hingga dunia Barat, moral reasoning merupakan bagian penting yang harus dimiliki oleh manusia. Jika seseorang tidak bisa ber-reasoning ketika menghadapi masalah moral, maka orang tersebut telah terjangkit penyakit tumpul moral (Cohen, 2006).
Cohen menyatakan bahwa moral reasoning sangat penting untuk menghindari penyakit tumpul moral (moral failures). Apa saja yang disebut tumpul moral? Cohen membaginya menjadi 2, yakni:
1. Moral negligence: yaitu ketika orang tidak mempertimbangkan sesuatu pun ketika berhadapan dengan sebuah masalah moral. Contoh kongkrit adalah apa yang terjadi di Indonesia. Karena hanya mementingkan diri sendiri, para koruptor dengan santainya mengambil uang yang bukan haknya ke dalam kantongnya sendiri, tanpa ada sedikit pun pertimbangan yang membebani pikirannya.
2. Moral recklessness: Yaitu ketika orang tahu bahwa apa yang dilakukannya salah, ada pertimbangan, tetapi dia tidak perduli. Para koruptor tentu saja tahu bahwa apa yang dilakukannya salah tetapi karena nafsunya mereka tidak perduli dan tetap mengambil uang yang bukan haknya.
Mana yang lebih parah? yang nomor 1 atau nomor 2. Kedua-duanya sama-sama parah. Dan jika kita sampai terjangkit penyakit tersebut maka hancurlah bangsa kita.
Kesimpulannya, kita harus memiliki sebuah strategi agar tidak terjebak dalam kedua penyakit tersebut. Moral reasoning adalah salah satu kuncinya. Untuk bisa mempelajari apa dan bagaimanamoral reasoning, kita tidak perlu pergi ke Yunani, karena ilmu moral sudah menjadi bahan kajian perguruan-perguruan tinggi di dunia, bahkan di Indonesia.
Ada sebuah buku yang membahas tentang moral reasoning, dengan judul The PAVE (Principles, Agreements, Virtues, and Consequences) Strategy: The influence of a moral reasoning strategy on teachers’ moral reasoning. Buku berbahasa Inggris ini diterbitkan oleh Lambert Academic Publishing di Amerika dan Inggris dan saat ini masih dipasarkan secara on line di Eropa dan Amerika dengan harga yang cukup exclusive, 59 Euro. Buku ini ditulis oleh Dedy Gunawan, seorang staf Supervisi di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah, Semarang yang asli kelahiran Brebes, Jawa Tengah.
Dalam bukunya Dedy mencoba mengungkap kembali apa yang disebut moral dari akar persepsinya (epistimologi) hingga aplikasinya dalam dunia pendidikan. Yang lebih penting lagi, Dedy mencoba menawarkan sebuah konsep baru pendidikan moral bagi dunia pendidikan di Indonesia, bahwa dalam urusan moral, strategi juga diperlukan. Di buku ini, strategi moral yang dikenalkan disebutThe PAVE Moral Reasoning Strategy, sebuah strategi hasil kajian mendalam Henderson (2005) dan Jewell dkk (2006). Membaca buku ini juga akan tergambar jelas perbedaan antara pendidikan moral dalam konteks umum yang selama ini di kenal secara akademik di perguruan-perguruan tinggi di negeri Barat dengan pendidikan karakter, konsep pendidikan moral yang selama ini berkembang di Indonesia.
Buku tersebut dapat diperoleh di online bookstores berikut:
1. https://www.morebooks.de/store/gb/book/the-pave-principles,-agreements,-virtues,-and-consequences-strategy/isbn/978-3-8433-5159-1.
2. http://www.amazon.com/Principles-Agreements-Virtues-Consequences-Strategy/dp/3843351597
3. http://www.bod.com/index.php?id=3435&objk_id=399462
4. http://www.boomerangbooks.com.au/PAVE-Principles-Agreements-Virtues-and-Consequences-Strategy/Dedy-Gunawan/book_9783843351591.htm
5. http://productsearch.barnesandnoble.com/search/results.aspx?WRD=dedy+gunawan&page=index&prod=univ&choice=allproducts&query=dedy+gunawan&flag=False&ugrp=1
6. http://www.amazon.co.uk/Principles-Agreements-Virtues-Consequences-Strategy/dp/3843351597/ref=sr_1_19?s=books&ie=UTF8&qid=1291939245&sr=1-19

PROSEDUR PENGAJUAN USUL KENAIKAN PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL GURU GOL. IV/A KEATAS :

PENGAJUAN USUL BARU HARUS MEMBAWA :
1. BERKAS PENGEMBANGAN PROFESI BERUPA : (Laporan Hasil Penelitian, Laporan Hasil PTK, Tinjauan/Ulasan Ilmiah Hasil Gagasan Sendiri, Buku, Modul, Diktat Pelajaran, Alat Peraga)
1. Harus asli, sesuai kaidah ilmiah dan sesuai dengan bidang yang diampu
2. Pengesahan kti oleh kepala sekolah
3. Membawa surat pengantar pengiriman dari dinas pendidikan kab/kota dan kepala sekolah
4. Dijilid rapi biasa (tidak hard cover)
5. Pembuatan sejak tmt sk iv/a terakhir turun

1. BERKAS PBM (PROSES BELAJAR MENGAJAR) HARUS DIJILID RAPI DENGAN URUTAN :
1. Daftar usulan penetapan angka kredit (dupak)
2. Foto copy sk terakhir dilegalisir
3. Penetapan angka kredit terakhir
4. Foto copy karpeg / nip
5. Foto copy ijazah terakhir dilegalisir
6. Foto copy dp3 selama 2 tahun terakhir dilegalisir
7. Foto copy sertifikat – sertifikat
8. Bukti fisik pbm

1. PENGAJUAN REVISI / PERBAIKAN HARUS MEMBAWA :
1. Berkas pengembangan profesi (kti) yang sudah diperbaiki berdasarkan surat dari sekretariat tim penilai pusat
2. Pengesahan kti oleh kepala sekolah
3. Surat pengantar dari kepala sekolah
4. Dijilid rapi (tidak hard cover)
5. Foto copy surat dari sekretariat tim penilai pusat

Sabtu, 16 April 2011

Pesan Untuk Kelas IX

Anak-anak saya tersayang,

Masih 1 minggu lagi kalian akan ujian ya?

Semoga Allah menjernihkan dan mendamaikan hati kalian dalam memasuki proses ujian, yang sebetulnya bukan untuk membuktikan kepandaian, tapi menilai keikhlasan untuk patuh kepada proses belajar.

Proses belajar itu tidak berhenti setelah lulus sekolah saja, karena bahkan saya ini, setiap hari masih tetap belajar.

Allah SWT. selalu mendampingi kalian.
Aamiin

Kamis, 07 April 2011

UNTUK KITA RENUNGKAN

Kadang kita sering memiliki prasangka buruk kepada orang lain atau bahkan kepada yang menciptakan diri kita beserta alam semesta. Kenapa kita lakukan? banyak jawaban dan alasan yang bisa kita kemukakan. Namanya saja prasangka sehingga tidak selalu benar bahkan sering salah. Sebagai contoh pada suatu pagi, ketika diadakan rapat antar pegawai di sebuah perusahaan. Peserta rapat sedang membicarakan hasil evaluasi perkembangan perusahaan. Salah seorang tiba-tiba menguap di tengah rapat yang sedang serius. Peserta lain spontan menoleh ke arahnya.
Atasannya yang ikut rapat, menggelengkan kepalanya. Sang bos, yang merangkap sebagai pimpinan rapat, langsung menegur karyawan yang menguap tadi, “saya kecewa sekali dengan Anda, Anda tampak tidak peduli dengan rapat serius ini!” Karyawan tadi langsung tertunduk. Wajahnya pucat. Ia berkata lirih, “Maaf saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya seharusnya tidak bisa ikut rapat ini. Tetapi mengingat rapat ini sangatlah penting, saya mencoba hadir”. Matanya berkaca-kaca, “Anak saya tadi malam mengalami kecelakaan. Saat ini ia sedang di rawat, di ruang ICU dalam keadaan tidak sadar. Jadi tadi malam, saya tidak tidur”. Semua peserta rapat langsung tertunduk. Mereka terjerumus dalam prasangka.
Perlu kita melihat diri kita sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Sudahkah kita berbicara dengan jujur pada suara hati kita? Pernahkah kita merenung untuk kebaikan dan kesalahan yang telah kita lakukan? Pada tulisan ini mari kita belajar bersama dari pengalaman dan kata hikmah panutan kita rosulullah SAW. Manusia yang mulia dan agung. Bukan seperti diri ini, orang yang lemah dan banyak melakukan dosa dan maksiat pada Allah. Sering diri ini sudah merasa melakukan hal yang kita anggap baik. Tetapi masih ada orang yang tidak pernah menghargai diri ini, itulah penyesalan yang tidak akan memperoleh kepuasan. Karena kita hanya mengharap penghargaan dari orang lain, bukan kepada yang menciptakan manusia dan alam semesta ini.
Perlu kiranya kita merenung dengan meresapi teladan kita Muhammad SAW, suatu ketika rosulullah SAW berkata: “Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya (dulu) aku melakukan ini, niscaya begini-begini.’ Katakanlah, ‘Allah telah menakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi’. Sesungguhnya kata seandainya hanya akan membuka pintu perbuatan SETAN.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjelaskan, barang siapa yang minta pertolongan Allah tidak akan menjadi LEMAH dan memberi motivsi agar PERCAYA DIRI dan TIDAK PUTUS ASA. Katakan kepada diri Anda, “Aku hidup pada hari ini. Maka, mengapa aku harus mencemaskan masa depan? Mengapa aku terlalu memikirkan masa lalu?”. Nikmatilah hari-hari Anda. Kerjakan apa yang bermanfaat bagi Anda.
Curahkan semua usaha Anda dan kerjakan sesuatu yang mengandung nilai kebaikan seperti; memberikan makan orang lapar, menjenguk orang sakit, puasa karena Allah, menyenangkan hati orang tua, menghormati guru, memuliakan teman, dan lain-alin. Itulah diantara pesan rosulullah kepada kita. Rasulullah berkata, “Siapa diantara kalian yang puasa pada hari ini? Abu Bakar menjawab, ‘Aku’, Beliau saw, berkata, ‘siapa diantara kalian mengantar jenazah hari ini?, Abu Bakar menjawab, ‘Aku.’ Beliau saw, berkata, ‘siapa diantara kalian yang memberi makan orang miskin pada hari ini?’ Abu Bakar menjawab, ‘Aku’. Beliau saw berkata, ‘siapa yang menjenguk orang sakit hari ini?’ Abu Bakar menjawab, ‘Aku.’ Lalu Beliau saw bersabda, ‘Kesemua itu bila telah dilakukan seseorang maka ia masuk surga.” (HR. Muslim) Kita akan rugi jika hidup yang sebentar ini, banyak kita gunakan untuk mengejar kesenangan dunia, semisal jabatan, harta benda, gelar, dan penghargaan dari manusia. Sudah pasti diri ini tidak akan mengalami kepuasan bahkan kekecewaan. Kesenangan dan kenikmatan hakiki adalah ketika kita dapat merasakan manisnya iman, yaitu dengan menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Tetapi kita sering merasa belum mendapat kenikmatan, ketika saudara kita mendapat kenikmatan. Inilah namanya IRI.
Ibnu Mas’ud ra. Berkata, “Janganlah kalian menentang nikmat-nikmat Allah!”. Dikatakan kepadanya, “Siapakah yang menentang nikmat-nikmat Allah itu?” Ia menjawab “Mereka adalah orang-orang yang iri kepada manusia karena karunia yang Allah telah berikan kepadanya”.
Seorang ahli fiqih bernama Mansyur pernah berkata, “Katakan pada orang yang selalu iri kepadaku, tahukah engkau kepada siapa, engkau telah bertindak tidak sopan. Engkau telah bertindak tidak sopan kepada Allah atas ketentuan-Nya karena engkau tidak rela atas apa yang Allah berikan kepadaku”. Ada pula yang mengatakan bahwa iri merupakan dosa pertama dalam maksiat kepada Allah, baik di langit maupun di bumi. Jika di langit irinya IBLIS kepada Adam as., sedang di bumi irinya QOBIL kepada Habil.
Bagaimana dengan diri KITA? Astagfirullah “Wahai orang yang susah, sedih, gelisah, sungguh kesusahan, kesedihan, kegelisahan itu akan hilang sendiri. Maka hiburlah dengan kebaikan, sungguh yang menghilangkan kesusahan, kesedihan, kegelisahan itu adalah Allah SWT”. Bagaimana kita akan berbuat baik, jika kebaikan dalam diri kita tertutupi oleh prasangka buruk, iri hati, meremehkan orang, dan cara pandang yang salah. Berbuat kebaikan adalah ketika cara berpikir dan berbuat kita selalu mengikuti perintah Allah dan rosul-Nya. Astagfirullahal’adziim

Keberhasilan Itu Datang Saat Kita Berfikir Bahwa Kita Sudah Gagal

Terkadang kita merasa bahwa setiap cobaan dalam perjalanan hidup adalah sebuah batu besar yang menghimpit kita sehingga kita tak bisa berbuat apapun untuk melepaskan diri dari himpitan itu. Setiap permasalahan hidup pasti datangnya silih berganti, karena (menurut saya) itulah seninya hidup. Permasalahan hadir untuk memberi warna agar hidup tidak monoton dan itu-itu saja .
Coba kita perhatikan baik-baik kata-kata bijak dari Harriet Beecher Stowe berikut ini:
Jika Anda berada ditempat yang sulit dan segala sesuatu menentang Anda sampai-sampai Anda merasa tidak akan mampu bertahan lebih dari semenit lagi, jangan pernah menyerah karena justru itulah tempat dan waktu ketika gelombang akan berbalik.
Dari kata-kata bijak diatas kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa sebenarnya saat paling tepat untuk meraih sebuah keberhasilan adalah ketika kita berfikir bahwa kita akan gagal lalu kita menyerah. Memang, diperlukan sebuah tekad dan keyakinan yang tinggi untuk mampu bertahan dalam setiap terpaan gelombang permasalahan, namun saat kita percaya bahwa Allah itu selalu mengawasi setiap usaha kita, yakinlah bahwa gelombang akan terbalik. Bukankah Allah SWT telah berjanji?
QS 13:11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Mungkin kita sebagai manusia selalu menginginkan sesuatu, dan bagi kita mungkin yang kita iginkan ‘harus’ tercapai, tapi sebagai manusia kita hanya bisa berusaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, untuk ending dari setiap usaha kita itu biarlah Tuhan yang menentukan. Percaya saja, setiap yang diberikan kepada kita itulah yang terbaik.
Tentunya kita pernah mendengar cerita tentang perjalanan sukses seseorang, banyak kita dengar bahwa mereka yang berhasil tidak didapat dengan instan, semua berproses. Dengan keyakinan dan tekad baja, mereka mampu membalikkan gelombang. Seperti apa yang ditulis oleh Walter M. Germain dalam bukunya yang berjudul The Ladder of Success berikut ini:
Setiap penemu, industriawan besar pasti memiliki beberapa bentuk kegagalan yang pernah mereka rasakan ketika mereka menempuh jalan panjang menuju kesuksesan. Ketika mengulas kehidupan dari orang sukses manapun, Anda pasti akan menemukan bahwa mereka semua telah menghadapi berbagai macam kegagalan. Kegagalan merupakan bagian dari kehidupan, terimalah itu sebagai kenyataan. Ingat, bahwasannya orang yang sukses adalah orang yang berhasil menghadapi kegagalan-kegagalan mereka, mereka yang belajar dari kegagalan tersebut dan mengubahnya menjadi kesuksesan.

Apabila Anda gagal dalam suatu hal bukan berarti Anda seorang pecundang. Artinya, Anda harus mencari tahu mengapa Anda gagal dan belajar dari kegagalan tersebut. Tidak semua orang dapat menjadi seorang penjual yang sukses, bintang film, dokter yang handal atau seorang presiden, tetapi seseorang dapat mengetahui bakatnya dan menjadi sukses.
“Success is the ability to go from failure to failure without losing your enthusiasm“